Ruang Tunggu
Ini bukan postingan yang berkaitan dengan mas Letto penyanyi lagu Ruang Rindu, walaupun masih ada hubungannya dengan ruangan juga. Ini tentang ruang tunggu.
Ruang tunggu dokter tepatnya.
Oke deh, saya ngaku...sebenernya beberapa hari ini saya sakit. Jadi terpaksa ke dokter.
Nah berhubung dokter saya sedang sakit keras, maka saya di'alihkan' ke praktek dokter lain.
Saya datang tanpa perjanjian. Kebayang kan di Jerman datang tanpa janji? Kalau nggak ditolak, ya di suruh menunggu. Prioritas nomor buncit.
Begitulah akhirnya saya berdamai dan mencoba menikmati ruang tunggu semaksimal mungkin.
Senyaman-nyamannya saya duduk sambil membaca majalah milik sang dokter sambil sesekali memandangi pot-pot anggrek yang dijejerkan didekat jendela besar yang bening, tetap saja saya ingin segera beranjak pergi dan memasang telinga lebar-lebar menunggu dipanggilnya nama saya.
Dan akhirnya ketika tibagilirannya, nama sayapun dipanggil.
Dengan langkah tegak saya pun memenuhi panggilan tersebut diiringi oleh tatapan setengah iri dari pasien lain, menuju ruangan lain.
Ruangan itu dihiasi dua jendela tinggi, sama dengan ruang sebelumnya, jendela itu juga dijajari koleksi anggrek. Ternyata ruangan itu adalah ruang tunggu yang kedua.
Bedanya ruangan itu lebih kecil dari yang tadi dan saya menunggu sendirian.
Doesn't matter.
Walaupun saya menunggu di ruang tunggu yang jauh lebih kecil dari sebelumnya.
"Nama saya sudah dipanggil, paling tidak saya sudah selangkah lebih maju" demikian pikir saya yang merasa penting setelah sang dokter memanggil nama saya.
Hahaha....hanya dengan dipanggilnya nama saya dan dipisahkan dari pasien lain, saya bisa merasa penting! Oh arti sebuah nama...
Taktik bagus, karena saya tak keberatan menunggu di situ agak lama.
Sampai saya harus mengisi waktu dengan menghitung jumlah bunga anggrek yang akan mekar, sudah mekar dan hampir layu.
Mungkin kuncinya adalah anggrek anggrek bulan itu?
Atau mungkin baiknya para dokter punya dua macam ruang tunggu?

jadi inget deh, sama kejadian waktu temennya anakku kecelakaan dan masuk UGD di melben... "menunggu" di ruang tunggu (yang nampak dari luar selama hampir 3 jam, kemudian dipanggil lagi untuk kemudian menunggu di "ruang tunggu" ke dua, di bangsal untuk 2 jam (itu aja udah berasa penting, keq kamu, les).... hmmm... namanya sih UGD... apa karena itu maka pelayanannya juga serba darurat yahh?
Kommentiert von: ess | Januar 12, 2008 08:16 vorm.
Cepet sembuh ya les..
Kommentiert von: Rina | Januar 12, 2008 08:41 vorm.
Kak Lessy sakit apa?
Kommentiert von: Papan Tulis | Januar 12, 2008 09:15 nachm.
Apa kabar hari ini, Less??
Kommentiert von: Titien | Januar 13, 2008 09:37 nachm.
Mbak Etty:
:D nunggunya lama ajah tuh ya mbak UGDnya....
Rina:
Makasih Rin..selama gak kena angin dingin sih udah kalem nih uhuk2nya..
Sofi:
Bronchitis yg ringannnn bgt ...:)
Titien:
Baikkkk...apa kabarkah Titien hari ini? hihihi
Kommentiert von: WayanLessy | Januar 14, 2008 06:05 vorm.
Udah sembuhkah sekarang???
Kommentiert von: Poppie | Januar 15, 2008 07:23 nachm.