« Senyummu Tinggal di Hatiku | Start | Antarctica »

Mittwoch, Januar 30, 2008

Nenek Moyangku Pelaut!


Nenek moyangku orang pelaut

gemar mangarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai


Entah apakah anak-anak Indonesia mengenal lagu ini sekarang..
Yang jelas..lagu ini saya hapal sejak kecil
Terbusung dada saya tegap membayangkan digjayanya Angkatan Laut Nusantara
Menguasai bahari di seantero Asia Tenggara.
Masyhurnya bahkan hingga ke negeri China!

Kini, di masa di mana hukum Internasional sudah memliki sumber-sumber bakunya, keahlian diplomasi Bapak Mochtar Kusumaatmaja menggoalkan Archipelagic Straight Baseline  diakui dalam UNCLOS III 1982, merupakan sejarah yang penting.
Hingga begitu Nigeria menyatakan persetujuannya...jadilah batas-batas terluar 12 mil dari pulau-pulau terluar Indonesia sebagai garis batas wilayah tanah air.

Konsekwensinya adalah Alur Laut Kepulauan (ALK) Indonesia harus disediakan.
Kapal-kapal asing boleh melalui jalur ini dengan leluasa.
Tentu kita butuh armada yang tangguh untuk menjaganya.
Hal itu tak hanya berkaitan dengan alur laut kepulauan, namun juga erat hubungannya dengan 80% lebih perbatasan kita yang berada di laut.

Tapi bagaimana bisa menjaganya jika Angkatan Laut kita tak berdaya?
Adilkah jika anggaran Angkatan Laut kita tidak mendapatkan perbandingan dana yang berarti?
Masih terngiangkah lagu di atas tadi ditelinga para wakil rakyat?
Haruskah seseorang yang mengaku nenek moyangnya pelaut, mempelajari detail hukum laut hanya untuk menyadar pentingnya kekuatan berjaya di samudera?

Atau sudah tak adakah lagi harga diri yang tersisa untuk mempertahankan kehormatan dan kedaulatan?

Untuk seorang teman perwira TNI AL yg sedang bergulat antara realitas dan idealisme.
Sukses untuk pendidikannya, bawa Ilmu Angkatan Laut Jerman pulang!

Jalesveva Jayamahe!

                            

Kommentare

Dimana letak salahnya ya Less? Gak mungkinlah anak muda sekarang gak ada yang pinter dan gak punya harga diri.....!!!

Kommentar schreiben

Kommentar schreiben

Name:

You are currently signed in as .


Mein Photo

Messages, Anyone?

  • Schreibt doch noch wieder ein Mal, bitte! ;))
    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x