Donnerstag, Mai 22, 2008

Suamiku Kangen Rambutan...

Ilmuwan_tiga_benua Profile singkat uda Andri di majalah Gatra. 21 Mei 2008
Sekedar berbagi.

PS:
Makasih banget buat Banu yang sudah ngirimi file ini dengan penuh semangat..
:)

                            

Mittwoch, April 30, 2008

Sisaku Melompat

The image “http://farm4.static.flickr.com/3214/2455287446_b1f9410301.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.


Sore tadi seusai membelai bunga bunga
Aku melihat semburatmu begitu mempesona
Mendung tipis tak mampu membendung geloramu

Dan seperti biasa,
aku terpana

Sebuah pesan menggetarkan telepon genggamku
Menghabiskan energinya, mebunuhnya
Kutimang kameraku yang nasibnya tak jauh beda dari telepon genggamku
Nyawanya tinggal satu
Begitu pula asaku

Tapi satu berarti masih ada
ya, masih bersisa
Maka ku melompat dan mengajaknya serta
Mengabadikan sisaku melompat
Mencoba menggapaimu selagi sempat

Sebelum aku bergegas meninggalkan tempat..
Terima kasih kau telah memberi semangat!!

Donnerstag, April 10, 2008

Bunga biru mungil

Bunga biru mungil yang ...sekedar ingin berbagi awal musim semi di sini...

Pp9_1

Pp3

Pp4

Donnerstag, Februar 07, 2008

Burned by the Flame

The image “http://farm3.static.flickr.com/2129/2249662863_6b3718295d.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

The image “http://farm3.static.flickr.com/2086/2250476988_bbbb3806cd.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Masih belum bosan dengan hitam putih.
Sedang senang senangnya menentang cahaya latar
Semuanya seperti hangus terbakar
Ada unsur dramatis yang ironis...

Tak terduga siluet pohon dan bangunan jadi fantastis
Sensasinya nyaris seperti menonton adegan tragis.

Melihat hasil foto-foto ini saya sampai meringis-ringis

Ihh rasanya....
Perih yang amboi...kecut kecut manis.
bagaikan luka bakar yg tersiram air gula jeruk nipis
membuat hati saya berasa seperti kuyup oleh gerimis
.


Nothing Hurts Like Love Lyrics
Artist:Daniel Bedingfield

Broken hearts
Broken dreams
There just somethings that love brings
When you learn that its all been a lie
You cry
You find that

Nothing
Nothing
Nothing hurts like love
Nothing brings your heart so much pain
And you'll never learn
Till you get burned
Till your burned by the flame
Nothing hurts so bad
Nothing hurts so much
No nothing hurts like love

So you gave all you had
How the story turned so sad
Nothing left but the tears in you eyes
You die inside cus

Nothing
Nothing
Nothing hurts like love
Nothing brings your heart so much pain
And you will never learn
Till you get burned
Till your burned by the flame
Nothing hurts so bad
Nothing hurts so much
No nothing hurts like love

So dry your eyes
Its just your turn to learn
The time to find that nothing
Nothing

(Instrumental)

Nothing
Nothing
Nothing hurts like love
Nothing brings your heart so much pain
And you will never learn
Till you get burned
Till your burned by the flame
Nothing hurts so bad
Nothing hurts so much
No nothing hurts like love

Sonntag, Februar 03, 2008

Antarctica

The image “http://antarctica.kulgun.net/Photography/casey-summer-sunset.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Mengungkapkan pada orang terkasih keinginan saya untuk pergi ke tempat yang spektakuler ini mengingatkan saya betapa pentingnya arti benua yang jadi milik umat manusia sedunia ini.

Benua terdingin, terkering, paling berangin ini memang bukan taman bermain
Kecuali bagi para Pinguin.
:)
Jika benua ini total mencair
maka kita semua terendam air
laut akan naik 60 meter
pastinya suhu bumi akan menghajar kewarasan termometer.

Tak hanya Jakarta yang akan banjir
dan Jakarta tak hanya akan sekedar banjir..

Antarctica
Tak sedikit orang yang mengacuhkannya bahkan tak mengenal namanya dan di mana adanya.
Ya..Benua ini memang jauh di ujung selatan sana,
Tapi saya ingin suatu saat bisa pergi mengunjunginya mengalami suasananya, dan  sensasinya...

Ada yang ingn ikut serta?

*Sedang repot mencari file presentasi saya ttg Status Hukum Antarctica...7  th yg lalu...uuufhhh...hilang ke mana yah??*

Foto saya ambl dari: http://antarctica.kulgun.net/Photography/


Somewhere Only we Know

I walked across an empty land,
I knew the pathway like the back of my hand.
I felt the earth beneath my feet,
Sat by the river and it made me complete.
Oh, simple thing, where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on.
So tell me when you're gonna let me in,
I'm getting tired and I need somewhere to begin.

I came across a fallen tree,
I felt the branches; are they looking at me?
Is this the place we used to love?
Is this the place that I've been dreaming of?

Oh, simple thing, where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on.
So tell me when you're gonna let me in,
I'm getting tired and I need somewhere to begin.
AND if you have a minute why don't we go,
Talk about it somewhere only we know?
This could be the end of everything.
So why don't we go, somewhere only we know,
Somewhere only we know.

Oh, simple thing, where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on.
So, tell me when you gonna let me in,
I'm getting tired and I need somewhere to begin.
SO if you have a minute why don't we go,
Talk about it somewhere only we know?
This could be the end of everything.
So why don't we go, so why don't we go,

Hmmm yeahh,

This could be the end of everything.
So why don't we go, somewhere only we know,
Somewhere only we know
Somewhere only we know.

Mittwoch, Januar 30, 2008

Nenek Moyangku Pelaut!


Nenek moyangku orang pelaut

gemar mangarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai


Entah apakah anak-anak Indonesia mengenal lagu ini sekarang..
Yang jelas..lagu ini saya hapal sejak kecil
Terbusung dada saya tegap membayangkan digjayanya Angkatan Laut Nusantara
Menguasai bahari di seantero Asia Tenggara.
Masyhurnya bahkan hingga ke negeri China!

Kini, di masa di mana hukum Internasional sudah memliki sumber-sumber bakunya, keahlian diplomasi Bapak Mochtar Kusumaatmaja menggoalkan Archipelagic Straight Baseline  diakui dalam UNCLOS III 1982, merupakan sejarah yang penting.
Hingga begitu Nigeria menyatakan persetujuannya...jadilah batas-batas terluar 12 mil dari pulau-pulau terluar Indonesia sebagai garis batas wilayah tanah air.

Konsekwensinya adalah Alur Laut Kepulauan (ALK) Indonesia harus disediakan.
Kapal-kapal asing boleh melalui jalur ini dengan leluasa.
Tentu kita butuh armada yang tangguh untuk menjaganya.
Hal itu tak hanya berkaitan dengan alur laut kepulauan, namun juga erat hubungannya dengan 80% lebih perbatasan kita yang berada di laut.

Tapi bagaimana bisa menjaganya jika Angkatan Laut kita tak berdaya?
Adilkah jika anggaran Angkatan Laut kita tidak mendapatkan perbandingan dana yang berarti?
Masih terngiangkah lagu di atas tadi ditelinga para wakil rakyat?
Haruskah seseorang yang mengaku nenek moyangnya pelaut, mempelajari detail hukum laut hanya untuk menyadar pentingnya kekuatan berjaya di samudera?

Atau sudah tak adakah lagi harga diri yang tersisa untuk mempertahankan kehormatan dan kedaulatan?

Untuk seorang teman perwira TNI AL yg sedang bergulat antara realitas dan idealisme.
Sukses untuk pendidikannya, bawa Ilmu Angkatan Laut Jerman pulang!

Jalesveva Jayamahe!

Sonntag, Januar 27, 2008

Senyummu Tinggal di Hatiku

The image “http://www.waidev2.com/php/IMAGES/HC_ThisDayInHistory/53---Image_large.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Dulu aku pernah menggagumimu habis-habisan
Saat aku baru pertama kali menghapalkan nama nama para pahlawan
dan saat berkenalan denganmu,tentangmu adalah kau sama dengan satria pembangunan
Tumpuan harapan banyak orang
paling tidak, untuk bisa swasembada pangan dan menyambung kehidupan.

 

Dulu aku juga pernah tak setuju denganmu hingga sempat membencimu,
Dengan jaket kuningku men-demo-mu untuk kesewenanganmu
dan puluhan tuduhanku sebagai kesalahanmu

 

Tapi pak,
Di sini aku sedang tak ingin bicarakan semua itu
Ini tentang senyummu dan pengakuanku
Yang aku tak bisa dan tak pernah pungkiri
Senyummu itu telah menjala dan mencengkram hatiku,
dan tanpa pahat yang kasat mata kau prasastikan senyummu di sana.
Di alam sadarku pun di alam bawah sadarku
Mau atau tidak maunya aku
Ada atau tiadanya dirimu
Senyummu itu ....ternyata selalu berkuasa dalam kehidupanku.

 

 

   Selamat jalan Pak Harto
Segala baik buruknya amalmu, kepemimpinanmu, pengaruhmu, dan kekuasaanmu dulu.
Waktumu menghadap Yang Maha Adil dan Maha Mengetahui.
Sudah bukan waktumu lagi untuk peduli apa arti keadilan di sini
......



6 tahun lalu kunyatakan pada seseorang,
bahwa senyumnya yang mirip senyum pak Harto telah merampok hatiku.
Dengan senyumnya yang serupa dengan senyum pak Harto, ia mampu mengeksplotasi sumber daya dan rasa di dalam hatiku tanpa bertanya apakah aku suka dan rela.
Belajar dari senyum pak Harto, padanya aku tak pernah berani punya mimpi untuk gulirkan reformasi apalagi revolusi.

Dienstag, Januar 22, 2008

Sayang seribu sayang

Sayang,
Buku itu bagus
Aku jatuh cinta sejak saat pertama membuka halaman-halamannya.
Entah kebodohan apa yang merasukiku saat itu, aku tak segera membelinya.

menundanya
Hingga hari ini aku memutuskan untuk membawanya pulang setelah menukarnya dengan uang.
Tapi sayang, sayang seribu sayang..
Buku itu telah terjual habis dan menghilang
Tiga toko buku sudah kudatangi
tapi dengan tangan hampa aku kembali melangkah pergi
Sayang,
Tak dapatkah kau pahami?
Buku itu sarat arti..



*sebeeeeeeellllllllll.....bukunya ga ada lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii mana lupa nama pengarangnya pula*

Nothing last Forever

Special thanks to mpok Rince..

Nothing last forever

(Maroon 5)

It is so easy to see
Dysfunction between you and me
We must free up these tired souls
Before the sadness kills us both

I tried and tried to let you know
I love you but I'm letting go
It may not last but I don't know
Just don't know

If you don't know
Then you can't care
And you show up
But you're not there
But I'm waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you

Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way


A bed that's warm with memories
Can heal us temporarily
The misbehaving only makes
The ditch between us so damn deep

Built a wall around my heart
I’ll never let it fall apart
But strangely I wish secretly
It would fall down while I'm asleep


If you don't know
Then you can't care
And you show up
But you're not there
But I'm waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you, babe

Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way


Though we have not hit the ground
Doesn't mean we're not still falling,
Oh I want so bad to pick you up
But you're still too reluctant to accept my help
What a shame, I hope you find somewhere to place the blame
But until then the fact remains

Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes you so hard to stay
Nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way


Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way
....

To the one, whose soul captured mine very dearly

Samstag, Januar 19, 2008

19 Januari

19 Januari
Nafas pertamanya menghirup udara dunia
Saat itu tak sebersitpun ia mengira
bahwa dalam garis hidupnya
ia akan jadi belahan jwaku

Terima Kasih Mama
kau telah hantarkan suamiku tercinta melihat dunia

PS:Sayang,

Sudah berhari-hari aku mereka-reka kalimat yang menjadi duta hatiku untuk menandai hari lahirmu sayangku.
merombak, mengganti, dan menyingkat
semua embel-embel kata yang tak perlu memenuhi dan merusuhi "your beautiful mind".

Kuharap ucapan yang sudah kusampaikan dengan sederhana ini, dapat kau cerna, semudah kau menyelesaikan kalkulasi-kalkulasimu.

Yah, inilah aku, kata-kataku tak dapat berubah menjadi angka dan simbol simbol yang aku tak tahu.

Semoga kau mengerti
Bahwa di semua hurufnya sungguh mengandung makna dan....doa.

Dienstag, Januar 15, 2008

Pelita

Pelita_persimpangan psst dengar..
Pelita tua di persimpangan jalan itu bisa bicara

ia bercerita padamu
betapa inginnya ia bertangan dan berkaki
untuk memanjat tembok-tembok yang dikiranya menjulang kelangit

"...lalu akan kusisiri benang-benang yang menggantung bintang dengan jari-jariku, hingga ia bersinar lebih gemilang" bisiknya lembut

ini pasti bukan sekedar perasaan penuh romantika picisan yang membuat pelita bersimbah air di mata, walau tak pernah ada ungkapan kecewa
ku dengar bintang menjawab dengan suara yang serak
bahwa tak ada benang yang dapat disisiri dengan jari
bahwa ia adalah sekedar bintang jatuh
yang sebentar lagi akan menghempas bumi
dan tak akan bersinar lagi




PS:
untuk biyungku yg tak pernah berhenti bersinar jadi pelitaku
walau aku tak jua bisa jad bintangnya..

selamat lembur
maaf nanda tak bisa ikut membantumu
seperti cita yg pernah kita gantungkan di langit dulu

Montag, Januar 14, 2008

Nasib Perokok Pasif..

Nasib perokok pasif yang alergi asap rokok.
Sengsara setengah mati kalau bertemu perokok yang raja tega.

Seperti yang saya alami beberapa hari lalu di stasiun S-Bahn Langenfelde, saat hendak ke dokter saya di Altona.
Suhu udara yang nyaris nol membuat gerimis hampir mengkristal jadi salju.
Pagi itu masih agak gelap dan dingin.
Saya bergabung dengan hampir semua penumpang yang memilih menunggu S-Bahn sambil meringkuk dan berjejal bersama di bawah naungan atap stasiun daripada menantang angin dingin di kulkas terbuka.

Termasuk bersama dia....
Seorang wanita yang saya taksir seumuran dengan saya, sambil gemetar kedinginan menghisap rokoknya. Saya tahu dia menghindari jangkuan sensor kamera pengawas karena sebenarnya Stasiun S-Bahn adalah daerah bebas rokok.
Di detik pertama hingga detik ke lima puluh lima, saya masih berusaha bertahan berada di sana sambil menutupi hidung dengan saputangan.
Tapi saya tak tahan.
Asap rokok bukan asap nasi dari beras pandan wangi yang mengepul dari bakul.
Asap rokok membuat paru-paru saya mendadak menjadi seperti senapan mesin yang mengerikan, memuntahkan tembakan amunisi-amunisi batuk yang tak dapat dihentikan, tanpa ampun membuat saya menghamburkan semua energi yang saya punya untuk memompa dada tanpa sedikitpun niat untuk melakukannya dengan sengaja.
"Duhai nona...teganya dirimu tetap merokok walau melihatku menggelepar hingga kedinding bersandar" tangis saya dalam hati.
Sungguh nona berjaket putih itu menatap saya tanpa welas asih, sambil menyeruput kopi dari tangan kirinya....ia pun menyedot rokoknya dalam dalam dan menghembuskannya ke udara.

Akhirnya saya mengalah..saya menggelandangkan kaki saya keluar agar jauh dari asap rokok sang nona.
Pedih....
...pedihnya bagai jika rongga pernafasan saya berambut lalu rambut-rambut itu dibubuti satu persatu hingga permukaannya seperti unggas yang dibotaki secara paksa hidup-hidup..(weits..khayalan dramatik nan sadistik)
Dengan tenggorok yang masih perih pedih dan mata berair jangan harap saya bisa berpikir jernih.
O...rasanya saya ingin sekalian berguling-guling di lantai peron karena kesal...
Tapi saya kesal, bukan gila.
Jadi saya urungkan saja niat mengotori pakaian saya dengan debu stasiun.
Lebih baik saya keluarkan kamera untuk menghibur hati....

Stasiun_langenfelde_pagi2 Salah satu gambar yang terjepret adalah gambar di samping ini.
Saat S-Bahn datang para penumpang mulai bermunculan keluar dan bersiap berjajar di peron stasiun kecil itu.
Nona berjaket putih itulah yang hari itu membuat saya sekali lagi hampir tergoda untuk merutuki nasib saya....
Nasib seorang perokok pasif yang tak mungkin juga beralih jadi perokok aktif.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sungguh saya tak ingin mengganggu kesenangan teman-teman yang merokok.
Namun ijinkanlah saya meminta sedikit belas kasihan teman-teman sekalian untuk orang-orang dengan paru-paru yang berkemampuan terbatas.
Dengan segala kerendahan hati saya memohon teman-teman yang perokok untuk tidak merokok di daerah yang seharusnya bebas rokok.
Karena orang-orang seperti saya biasanya bergantung pada tempat-tempat seperti itu..

Freitag, Januar 11, 2008

Ruang Tunggu

Ini bukan postingan yang berkaitan dengan mas Letto penyanyi lagu Ruang Rindu, walaupun masih ada hubungannya dengan ruangan juga. Ini tentang ruang tunggu.
Ruang tunggu dokter tepatnya.
Oke deh, saya ngaku...sebenernya beberapa hari ini saya sakit. Jadi terpaksa ke dokter.
Nah berhubung dokter saya sedang sakit keras, maka saya di'alihkan' ke praktek dokter lain.
Saya datang tanpa perjanjian. Kebayang kan di Jerman datang tanpa janji? Kalau nggak ditolak, ya di suruh menunggu. Prioritas nomor buncit.
Begitulah akhirnya saya berdamai dan mencoba menikmati ruang tunggu semaksimal mungkin.
Senyaman-nyamannya saya duduk sambil membaca majalah milik sang dokter sambil sesekali memandangi pot-pot anggrek yang dijejerkan didekat jendela besar yang bening, tetap saja saya ingin segera beranjak pergi dan memasang telinga lebar-lebar menunggu dipanggilnya nama saya.

Dan akhirnya ketika tibagilirannya, nama sayapun dipanggil.
Dengan langkah tegak saya pun memenuhi panggilan tersebut diiringi oleh tatapan setengah iri dari pasien lain, menuju ruangan lain.

Ruangan itu dihiasi dua jendela tinggi, sama dengan ruang sebelumnya, jendela itu juga dijajari koleksi anggrek. Ternyata ruangan itu adalah ruang tunggu yang kedua.
Bedanya ruangan itu lebih kecil dari yang tadi dan saya menunggu sendirian.

Doesn't matter.
Walaupun saya menunggu di ruang tunggu yang jauh lebih kecil dari sebelumnya.
"Nama saya sudah dipanggil, paling tidak saya sudah selangkah lebih maju" demikian pikir saya yang merasa penting setelah sang dokter memanggil nama saya.
Hahaha....hanya dengan dipanggilnya nama saya dan dipisahkan dari pasien lain, saya bisa merasa penting! Oh arti sebuah nama...

Taktik bagus, karena saya tak keberatan menunggu di situ agak lama.
Sampai saya harus mengisi waktu dengan menghitung jumlah bunga anggrek yang akan mekar, sudah mekar dan hampir layu.
Mungkin kuncinya adalah anggrek anggrek bulan itu?

Atau mungkin baiknya para dokter punya dua macam ruang tunggu?

Mittwoch, Januar 02, 2008

Apologize (Timbaland feat One Republic)

Pertama kali denger lagu ini bbrp hari lalu di tempat teman....bagus banget....
Saya suka.

Freitag, Dezember 28, 2007

Benazir 27-12-07

The image “http://www.solarnavigator.net/geography/geography_images/Pakistan_Benazir_Bhutto_Prime_Minister.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Petang ini mata saya dibelalakan oleh berita-berita pembunuhan Benazir Bhutto.
Saya kaget bukan kepalang.
Salah satu wanita yang cukup fenomenal yang cukup banyak merebut banyak perhatian saya sejak saya masih duduk di bangku sekolah hingga sekarang.
Dulu mengingat sosoknya berarti mengingatkan saya akan seorang wanita yang cerdas dan mandiri.
Lalu kemudian mengingatnya adalah mengingatkan saya akan wanita yang tegar dan berani menghadapi resiko demi apa yang diyakini. Punya tekad kuat yang bukan sekedar nekat.

Kini ia mengingatkan kembali bahwa dunia politik memang kejam dan penuh intrik.

Semoga Tuhan memberi tempat yang pantas untuknya. Amin.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/2228796.stm
http://afp.google.com/article/ALeqM5hFnZ4KzDiBsya_EvHGI5frQ-okeA
http://canadianpress.google.com/article/ALeqM5iMb1loHZGB66_sDe0r78rgKiE5kQ


Re-posting dari blog MP saya di:

http://wayanlessy.multiply.com/journal/item/56/_Benazir_27-12-07

Freitag, Dezember 21, 2007

Kapan Saatnya Ganti Bantal?

http://www.germes-online.com/direct/dbimage/50229790/Pillow.jpg

Insomnia membuat pikiran melayang kemana-mana.

Kali ini sambil mencoba untuk tidur, pikiran saya menerawang jauh menembus ke dalam bantal.
Berapa banyak makhluk mikroskopis yang bernama kuman di dalamnya ya?

Omong-omong soal bantal, saya jadi ingat postingan saya tahun 2006 yang lalu di blog FS saya di (http://wayanlessy.blogs.friendster.com/my_blog/2006/07/pillow.html)

Sebenarnya jika pemakaiannya normal, berapa lama sih baiknya bantal itu dibebas tugaskan?
Katakanlah...bantal IKEA tentu akan berbeda ketahanannya dengan bantal Dunlopillo atau bantal isi kapuk.
Yang mana yang paling di suka bakteri untuk membangun kerajaannya ya?

Lalu...bagaimana dengan jamur pada bantal?
...
Gila..tiba-tiba saya membayangkan bantal-bantal saya yang empuk berjamur seperti bantalan munster géromé basi yang somehow-accidentally terkontaminasi pinicilium. Teksturnya jadi creamy seperti Munster tapi rasanya seperti Raquefort.....ihh..amit amit...
....

Gara-gara iklan sabun cuci di sebuah TV bbrp th yg lalu, yang menampilkan segerombolan kuman beranak pinak mengintai dan siap mengancam dibalik tiap helai serabut bantal, telah membuat saya terobsesi.
Rasanya jadi pengen beli bantal lagi.

Philanthropists

Philanthropists. 

Bukan kata yang sehari-hari saya dengar, namun tak asing bagi mata dan telinga.
Sering saya  baca &/ dengar kalimat semacam:
"He is one of the most successful entrepreneurs and most generous philanthropist"

Kalau tidak melihat konteks pembahasan atau jenis majalah di mana saya membaca kata Philanthropist tadi, dengan sok tahu saya akan langsung menuduh kata tersebut artinya berhubungan dengan....tumbuh-tumbuhan...atau agak ngawur sedikit jauh yaitu tertukar dengan ..philatelist dan perangko-perangkonya.
*gubrak....ngasal plus sotoy abisss*

Padahal yang dimaksud dengan Philanthropist ini kira-kira adalah orang yang melakukan tindakan kedermawanan untuk menyumbang dalam rangka kemanusiaan.
Banyak kontribusi-kontribusi perusahaan dan pengusaha (mulai dari yang kakap hingga yang teri) yang dilakukan dalam rangka kemanusiaan dan keperdulian sosial berjudul Corporate Philanthropy dan Corporate Social Responsibility.

 

Namun kedermawanan tersebut ternyata tidak sama.. antara Pendekatan "Philanthropy" dengan Pendekatan  "Social responsibility".

Ah..
Adakah yang sudi kiranya menjelaskan tentang hal di atas pada saya dengan bahasa yang mudah dan gamblang?

blargh...gini nih kalau otak menumpul di saat insomnia mulai menyerang, kepikiran satu kata saja efeknya seperti habis menenggak kafein segantang. Tetap susah tidur walau sudah sambil tutupan mata pakai bantal....minyak lavender...lampu temaram...dan berdoa.

Oh Tuhan...jangan jadikan hamba seorang nocturnal  *sigh*

ID ngawur BD...

Disclaimer: Postingan ini khusus BD

Sepulang dari perjalanan Groningen Hamburg, saya yang sedang loyo, lesu, ingusan mendadak jadi seperti mendapat suntikan dopping. Tepatnya semalam, saat membaca blog FS..
Saya sempat sport jantung.
"ALERT! ALERT!" Begitu jerit hormon saya yang mendadak kacau.
Membuat bulu roma saya merinding makjegagik..

Bagaimana tidak??!!
Melompat dari kursi, lalu dengan perasaan khwatir dan waspada langsung mengamati monitor. Telapak tangan saya menjadi basah. Hidung saya yang tersumbat mendadak plong seperti habis menelan wasabi satu sendok makan penuh. Jantung seolah-olah berhenti menatap nama-nama ajaib semarak di blog-blog FS.
"Kacung kampret"
"Bolot pengkolan"
"Waljinah foreva"
"Paijo Mangap.."

Lalu..ketika membuka account FS..ada comment dari "Memet Dombret", "Cintailah aku", "Jigong Tukul"...

Kemudian begitu membuka blog-blog BD yang lain mata sayapun yang berair karena flu menjadi semakin berair. Tidak jelas juga karena terharu atau kelilipan oleh nama-nama seperti "Badjoel", "Bokir", "Dolly", "aku Jheena" "Dodo Mentok"

Semakin lama semakin cacat dan menjijikan..."koreng basah", "Upil Manis", "udel bodong", "Bulu Lebat", "pitak ngehe", "bau Jempol"
Demikian nama-nama itu berlanjut hingga ke "Wewe Gombel" yang menakutkan...

Apa gerangan yang terjadi??!!!!

oalah...

Ternyataaa.....BD's sedang kompetisi nama-nama "jelehi".
(Baca blog mbak Lephie di sini)
Ikutan nggak yah?
Tapi apa dong...saya nggak punya banyak ide untuk nama-nama yang demikian menggetarkan sanubari.

Apa saya pakai nama...
Umbel meler
Bebek ngepet
Kopok pliket
Kodok ngorek
Mpu tong Bacil
Keris mlintir
Kutukupret


Tapi...saya udah telat ikutan kompetisi ini.
Jangan-jangan saat semua BD's udah ganti ID asli, cuma saya sendirian yg IDnya gemblung.....Apalagi kalau pas FS eror trus ID saya nggak bisa diganti lagi gimana? Waduh..

Shakespeare boleh bilang "apalah arti sebuah nama"..tapi saya nggak pe-de buat ganti nama..bukan takut akan apa kata dunia, tapi bagaimana kalau blog ini di baca bapak saya??
Waaaaaaaa....

Samstag, Dezember 15, 2007

Sampai Jumpa Tahun Depan, Suamiku...

Kecupannya menghangatkan pipi saya yang dingin diterpa angin desember.
Walau sudah berkali-kali pintu itu jadi saksi saat saya melepas Uda Andri pergi tapi setiap kalinya pintu itu terasa berat untuk ditutup lagi.
Separuh jiwaku seolah ikut dibawanya pergi.

Abi"Aku pergi takkan lama...." katanya setengah berbisik sebelum melepaskan dekapnya.


Sampai jumpa tahun depan yah suamiku sayang..doaku selalu menyertaimu..

Sonntag, Dezember 09, 2007

(Sajak dan Resep) KOLAK

The image “http://photos-941.friendster.com/e1/photos/14/91/16931941/1_893299766l.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

SAJAK KOLAK

“Terbit liurku melihat kolak
Dijual orang di tepi jalan
Untung teringat nasihat emak
Di situ aku dilarang makan….

Terus kupergi menoleh tidak
Ubi kubeli serta cempedak
Kubawa pulang untuk emakku…
Kolak sekarang dimasak emak
Kami menanti tidaklah lama
Hidangan murah makan bersama…"


Demikian bunyi sajak itu...tiba-tiba lancar meluncur dari bibir saya bagai mantra saat saya menuang santan dan mengaduk kolak yang saya masak.
Beberapa saat kemudian sayapun termenung dan bertanya pada diri sendiri:

 

"Haaah !!Itu sajak zaman kapan ya?"
Jantung saya berdegup agak lebih kencang...lho, itu kan sajak waktu SD dulu!
Rasanya tak pernah ada ekstra waktu saya untuk menghapalkan  sajak itu dalam kurun waktu satu dekade terakhir.(Boro-boro menghapalkan...ada usaha untuk mengingat eksistensinya pun tidak)

 

Ah....tak sangka sajak itu ternyata tanpa saya sadari mengesankan buat saya.

Saya generasi anak SD zaman pelajaran Bahasa Indonesia bertokoh Budi dan Wati. Apakah sajak kolak ini dari buku pelajaran yang sama ya?
Entahlah.. saya tak ingat lagi... dan sayapun jauh dari rumah orangtua saya sehingga saya tidak punya kesempatan untuk memeriksa buku-buku lama saya waktu SD dulu.

Dulu...
Ibu guru saya adalah guru sepuh yang saat saya lulus SD sudah pensiun....seingat saya beliau jarang mengajarkan teori sastra, melainkan lebih banyak bersajak, memberi nasehat dan bercerita.
Beliau benar-benar ahli bercerita.
Yoyok**, murid nakal yang pernah hampir membuat kepala saya bocor karena melemparkan botol selai ke kepala saya saja bisa duduk tenang dan menyimak.
Alhasil Bahasa Indonesia adalah salah satu pelajaran yang paling saya suka dan saya tunggu-tunggu, hingga jika hari itu ada pelajaran bahasa Indonesia maka saya tak sabar untuk lebih cepat berangkat dari rumah menuju sekolah.

Kembali ke Kolak.
Sungguh sejujurnya waktu kecil saya tak suka kolak. Kesal rasanya jika sore hari saya mencium baru kolak pisang. Perpaduan kejengkelan yang nyaris sempurna...saya tak suka pisang, eh pisangnya dibuat kolak pula!
Tapi...sejak "sajak kolak" ini diajarkan hati saya melembut terhadap pisang dikolak.
Walau cinta pada kolak tak kunjung datang, tapi setidaknya ketika kolak disajikan oleh ibunda, hati saya tak lagi berontak.

Kini....
Ah, saya jadi tersenyum sendiri.
Kolak, bukan lagi sajian yang dengan mudah tinggal saya nikmati.
Saya sendirilah yang harus membeli bahan kolak dan memasaknya untuk jadi kudapan sore ini.

Tapi...ini bukan negeriku sendiri! Tongkat dan kayu dilempar tak selalu jadi tanaman di sini. Kemana lagi ubi dan cempedak harus ku cari??
*heheheh ..it's not that dramatic though*


Tak ada rotan akarpun jadi. Tanpa ubi dan cempedak, pisang tandukpun jadi.
Untung pisang tanduk masih banyak saya dapati di toko ASIA.

 

Syukurlah...Saya suami saya ternyata suka kolak dan dengan lahap menikmati kolak yang saya hidangkan.
Bisa jadi "sajak Kolak" yang saya cantumkan di awal postingan ini, juga pernah membuatnya terkesan saat duduk di banku SD.

Entah bagaimana kurikulum SD di Indonesia saat ini.
Masih diajarkan tidak yah "sajak Kolak" ini di sekolah?

 

RESEP KOLAK
Untuk resep kolak, saya meniru langsung dari blog tetangga saya, sang pemilik Kedai Hamburg yang tersohor: Mbak Retno.

KOLAK PISANG versi Kedai Hamburg

Ingredients:
4 banana plantains
1 can palm´s seeds  (without water)
350 g gula jawa/palm sugar
400 ml coconut milk
400 ml water
1 cinnamon stick (4cm)

directions: peel and cut the plantains into small rounds. Boil water with palm sugar and then sift. Pour in the palm sugar syrup in a sauce pan together with banana plantains. Add coconut milk and cinnamon stick. Bring to boil and let simmer for about 10 - 15 minutes.

Hmmm...resep ini adalah resep kolak paling enak yg pernah saya coba!!!!!
Hanya saja santannya agak saya kurangi karena untuk kolak, uda dan saya lebih suka kolak yang tidak kental.

nyamm...
nyamm...
Kolak, anyone?


** Adalah nama yang sebenarnya.

Mein Photo

Messages, Anyone?

  • Schreibt doch noch wieder ein Mal, bitte! ;))
    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x